Dialogic Imagination, Mikhail Bakhtin

Dialogic Imagination, Mikhail Bakhtin

Dialogic Imagination, Mikhail Bakhtin

Dialogic Imagination, Mikhail Bakhtin

Berkebangsaan Rusia. Ia beranggapan bahwa kehidupan manusia pada dasarnya merupakan dialog. Kehidupan adalah dialog. Pada dasarnya manusia selalu berdialog dengan the others (diri sendiri, orang lain, dan lingkungan). Dialog terjadi karena berbagai peristiwa dan manusia harus merespon peristiwa tersebut, dan jika tidak merespon maka manusia akan mati. Karena manusia memiliki responsibility dan harus bertanggungjawab pada diri sendiri atas respon tadi. Respon yang didapat dari orang lain dipilih sendiri. Ketika merespon membangun/menjalin kehidupan diri manusia (identitas diri), yang dalam proses ini terjadi arche tektonik (membangun diri sendiri) yang di dalamnya terjadi proses authorship/authoring.

Dialog, Responsibility, Arche tektonik, Authoring

Menurut Bakhtin merajut kehidupan dengan merespon struktur kekuasaan yang sedang operasional dalam diri manusia merupakan kendala yang menghalangi gerak manusia. Ketika proses authoring, manusia mempertimbangkan dirinya sendiri, orang lain, dan kekuasaan yang ditakutkan akan menghambat.

Authority (yang memiliki otoritas) dan authoring (yang menulis). Keduanya mempertimbangkan proses autoriti (kekuasaan) yang berproses di sekelilingnya. Dialog yang terjadi dialog antara self dan other (diri sendiri dan orang lain). Self parameter untuk mengukur ruang dan waktu, yang sepaham dengan pandangan John Locke, yang tidak pernah objektif karena pemahaman manusia sangat kultural. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan Immanuel Kant bahwa ruang dan waktu universal.

Setiap zaman menampilkan ruang dan waktu berbeda, chronotopes-chronotopes yang berbeda (chrono: waktu, topos: ruang). Misalnya karya Pramoedya Ananta Toer dan Chairil Anwar dapat terlihat bagaimana manusia mengkonseptualisasikan ruang dan waktu (menganalisa teks), atau contoh lain pada hikayat lama. Menurut Ben Anderson ruang dan waktu hampa (kosong). Bali dan Islam memiliki pemahaman ruang dan waktu yang berbeda. Misalnya pengertian sakral saat upacara sudah dimulai, jika belum di mulai suatu acara maka tempat tersebut belum sakral. Sedangkan di Islam, masjid adalah masjid, sama dalam ruang dan waktu apapun. Kronotop dalam hal ini mengandung konsepsi pemahaman waktu yang berbeda.

Menurut Ben Anderson, rasa rasionalitas abstrak empty time dan empty space. Misalnya konsep nation state yang sangat di konstruksikan oleh penguasa. Sangat abstrak antara yang satu dengan yang lain. Negara mengabstrakan sesuatu yang konkret dengan memangkas atau menghilangkan batas sejarah. Misalnya satu desa Dayak Kalimantan diperbatasan yang masuk dalam negara Indonesia dan Malaysia. (Sri Fitri Ana, Antropologi, Universitas Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s