Participant Observation In The Field

Participant Observation In The Field

Steven Taylor & Robert Bagdon

Cover Buku: Introduction to Qualitative Research Methods, Steven J. Taylor & Robert Bogdan

Cover Buku: Introduction to Qualitative Research Methods, Steven J. Taylor & Robert Bogdan

Etnografer yang baru pertama kali terjun ke lapangan, dia harus bisa mengamati situasi melalui observasi. Dalam mengumpulkan data dapat memulai dengan pertanyaan yang sifatnya umum. Kadangkala pada awal kita menanyakan sesuatu pada responden, suasana yang terjalin menjadi tidak nyaman karena pertanyaan kita yang mungkin dirasa mereka sensitif.

Melakukan penelitian dengan menyusuri bersama informan. Masalahnya seringkali orang tidak mengerti observasi partisipatif dan apa peran peneliti sebenarnya. Informan perempuan juga berjumlah terbatas. Peneliti harus menentukan informan untuk mengontrol penelitiannya. Idealnya, seorang peneliti harus memilih waktu dan tempat yang tepat untuk melakukan observasi.

Menetapkan hubungan dengan informan merupakan tujuan setiap penelitian lapangan. Dalam hal ini komunikasi yang terjalin dengan sentimen, empati, sharing simbol, bahasa, dan melihat dari sudut pandang mereka. Peneliti juga harus menghormati kebiasaan mereka sehari-hari, menempatkan diri dalam kehidupan mereka, sedapat mungkin membantu mereka, berlaku rendah hati, dan melakukan hal-hal yang menarik. Selain itu, peneliti harus melihat setiap kegiatan dari informan, situasi-situasi kompetisi dari informan, dan melakukan sesuatu, bertindak secara natural saja agar informan menerima kita secara natural juga. Intinya, peneliti harus berpartisipasi dalam kehidupan mereka.

Memilih informan yang tepat merupakan langkah utama, yaitu informan kunci, yang  diharapkan supaya data yang terkumpul lebih valid karena diperoleh secara langsung pada orang yang benar-benar menguasai. Seringkali peneliti menghadapi situasi yang sulit, misalnya konflik, peperangan, persaingan, rasial, dan kecemburuan. Usia, gender, dan ras merupakan masalah yang sering mempengaruhi bagaimana informan bersikap pada observer. Misalnya seorang perempuan yang melakukan wawancara pada laki-laki, jawaban yang ada tidak terfokus pada pertanyaan melainkan pada diri si pewawancara.

Agar mempermudah penelitian, peneliti harus mempunyai taktik, misalnya peneliti dalam bersikap secara wajar, tidak dibuat-buat. Dalam menempatkan diri yang efektif adalah dengan melihat waktu dan tempat yang sesuai. Jangan memberi tahu pada informan persisnya tentang penelitian yang sedang dikerjakan.

Living With The Kombai Tribe: Sebuah karya etnografi

Living With The Kombai Tribe: Sebuah karya etnografi

Mengumpulkan data dengan metode wawancara, peneliti dalam mengajukan pertanyaan pada informan harus tahu bagaimana pertanyaan yang sebaiknya ditanyakan maupun yang tidak menurut pemikiran informan. Ketika seorang informan memulai menjawab pertanyaan, peneliti dapat mengajukan topik apa yang menarik dalam jawaban informan tadi. Jangan berasumsi bahwa kita mengerti apa yang informan maksudkan. Dalam melakukan observasi, kita harus mempunyai pengetahuan dan pemahaman akan setting, tujuannya adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan  agar menjadi lebih fokus. (Sri Fitri Ana, Antropologi, Universitas Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s