Metode Kualitatif: Sejarahnya dalam Sosiologi dan Antropologi

Metode Kualitatif : Sejarahnya dalam Sosiologi dan Antropologi

Pada  dasarnya penelitian muncul dari adanya kesadaran akan orang lain atau other, sesuatu yang berbeda dari self. Peneliti atau pengamat dapat mengamati objek atau yang biasa disebut dengan observasi dan kemudian menceritakan kembali pada orang lain. Dalam etnografi biasanya menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan retrospektif account atau laporan tertulis dari penelitian. Etnografi mengkaji dan meneliti segala sesuatu yang menyangkut bangsa, ras, atau kelompok yang berbeda.

Antropologi dan etnografi merupakan hal yang tak terpisahkan. Bermula dari daratan Eropa yang mengaitkan antara ayat Kejadian dalam Alkitab yang menyebutkan penciptaan manusia pertama dan melihat fakta di lapangan bahwa manusia yang ada memiliki perbedaan-perbedaan,  baik secara fisik maupun budaya. Kemudian mulai melakukan pengamatan yang berfokus pada nilai-nilai kelompok kebudayaan , secara etic maupun emic. Hal ini dimaksudkan agar pengamatan yang dilakukan dapat menghasilkan laporan yang seobjektif mungkin.

Comte menyatakan bahwa masyarakat mengalami evolusi budaya dalam perkembangannya. Bermula dari zaman barbar, biadab, dan peradaban. Comte menggunakan metode perbandingan secara diakronik, yaitu dengan menghubungkan kejadian-kejadian di masa lalu dengan yang terjadi sekarang. Kumpulan catatan mengenai etnografi yang ada di seluruh dunia tersimpan di Yale University yang sering disebut dengan HRAF.

Teori evolusi dalam memaksakan penemuan mereka bahkan melakukan hal-hal yang sangat ironis, yakni dengan memamerkan Ota Benga, yang di yakini sebagai hasil evolusi manusia dari sejenis kera. Padahal Ota Benga sendiri adalah manusia yang bertubuh kecil karena mengalami gangguan pertumbuhan. Dia diambil dengan paksa dari kelompoknya dan dipamerkan secara umum di St Louis World tahun 1904 sebagai hewan dan akhirnya bunuh diri karena tertekan dengan perlakuan tersebut.

Pada masa kolonial, penelitian antropologi terutama etnografi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Bangsa kolonial yang datang ke daerah lain di penjuru dunia menemukan pemandangan yang menurut mereka aneh, eksotis, dan primitif. Pada perkembangannya penggunaan kata primitif atau terbelakang mengalami pertentangan karena bermakna merendahkan. Setelah zaman kolonialisme berakhir dan di mulai Perang Dingin antara AS dan US terjadi perang pengaruh paham liberal dan komunis di seluruh dunia oleh dua kubu tersebut. Akhir dari Perang Dingin mulai muncul adanya klaim atas etnis dan paham pluralisme berkembang. Di Amerika Serikat, penduduk asli yakni suku Indian yang berkulit merah terdesak oleh kulit putih. Sebagai minoritas hak-hak mereka cenderung di abaikan. Begitu juga yang terjadi dengan kulit hitam di AS yang menjadi kelompok marginal.

Di Amerika Serikat kemudian muncul ide untuk mempersatukan seluruh bangsa yang ada di seluruh dunia. Tatanan dunia berubah menuju postmodern. Etnografi pun mengalami perkembangan dari pengalaman-pengalaman dalam melihat perubahan yang ada. (Sri Fitri Ana, Antropologi, Universitas Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s