How to Read Ethnography

How to Read Ethnography

Blasco

Dalam bukunya “How to Read Ethnography”,  Blasco menyebutkan bahwa antropologi fokus pada bagaimana antropolog menggambarkan pengalaman hidup dan bagaimana mereka membentuk gambaran etnografi dari berbagai argumen Selain itu, antropolog juga membandingkan perilaku, bahasa, ide kehidupan, Mengetahui makna perilaku dan tindakan juga diperlukan karena cenderung memberikan konteks sosial dan budaya mereka. Seorang etnografer harus membandingkan dalam rangka menangkap tujuan dan makna dari sebuah tindakan

Henrietta Moore, misalnya, meneliti hubungan antara laki-laki dan perempuan di Kenya. Pada pagi hari dia melihat perempuan membersihkan abu di perapian dan membuang ke tempat pembuangan abu, dan dalam perjalanan berpapasan dengan laki-laki sambil menunjukkan abu yang Ia bawa. Lalu keduanya tertawa. Dalam hal ini dapat terlihat bagaimana perlakuan terhadap benda yang dianggap kotor. Sebuah identitas wanita yang dekat dengan dapur, rumah, dan memasak. Dalam masyarakat Kenya, abu tidak mungkin dibersihkan oleh laki-laki karen berhubungan dengan kepercayaan kemandulan. Selain itu, apabila seorang perempuan menolak untuk dinikahlan maka akan menyelubungi dirinya dengan abu, yang berarti berserah diri kematian.

Antropolog dalam menyusun pengalaman melalui tulisan dalam bentuk narasi. Hal inilah yang menyebabkan karya etnografi seperti sebuah novel. Elaborasi dunia etnografi melibatkan proses diferensiasi, misalnya kontrastif yang menyoroti peran atau status. Belajar membaca etnografi kita akan melihat bagaimana menulis etnografi tentang hubungan dalam hal pola atau kerangka kerja yang luas, bagaimana gambaran hubungan yang dibangun dan terpadu dalam sebuah entnografi, dan bagaimana pola abstrak hubungan menjadi dasar untuk perbandingan. Karena etnografi ditulis dari berbagai pengalaman dengan perspektif tertentu, maka kita akan melihat perbedaan dalam analisis masing-masing etnograf.

Etnografi bertujuan untuk memahami arti dari hubungan sosial tertentu, menganalisisnya untuk membangun logika di antara hubungan relasi tersebut. Logika dalam  hal ini memberikan dasar dalam berpikir tentang konsep. (Sri Fitri Ana, Antropologi, Universitas Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s