Ethnografi

Ethnography

Michael H. Agar

 

Pada tulisan ini dijelaskan masalah etnografi yang ada pada tujuan dan penyelesaian yang ingin dicapai. Pokok masalah pada ilmu sosial yakni pada bagian hipotesis. Hipotesis merupakan dugaan sementara dari beberapa teori yang telah dipakai. Teori sendiri memiliki beberapa definisi, tetapi pada intinya teori merupakan sesuatu yang empiris. Hipotesis adalah pernyataan dari beberapa prediksi yang diyakini kebenarannya dari asumsi-asumsi yang ada. Asumsi-asumsi dihubungkan dengan teori yang ada apakah relevan atau tidak. Hipotesis merupakan hubungan antar variabel. Variabel dapat dijabarkan dalam bentuk pertanyaan yang diberikan pada informan melalui kuesioner, tes psikologi, sensus, atau games yang dilakukan dalam laboratorium. Kelompok atau grup yang akan diteliti harus diidentifikasi terlebih dahulu sebagai subjek penelitian. Dalam memilih subjek penelitian, menentukan sampel dapat dilakukan dengan teknik random atau bukan random.

Dalam tulisan ini Michael H. Agar memberi contoh dari penelitian yang dilakukan oleh Stephens di Rumah Sakit Lexington mengenai penggunaan narkotika di antara pasien. Labeling yang dilakukan oleh masyarakat menyebabkan pasien sulit kembali ke lingkungannya untuk hidup normal sebagaimana umumnya. Meskipun pasien telah berusaha tetapi pandangan yang diberikan oleh masyarakat tidak memungkinkannya. Hal ini menyebabkan pasien yang telah keluar dari rehabilitasi cenderung untuk kembali pada kebiasaan semula.

Kemudian Michael H. Agar melakukan penelitian tentang tingkat labeling yang diberikan masyarakat terhadap pasien rehabilitasi narkotika dengan menggunakan skala. Data penelitian ia peroleh dari kuesioner dan wawancara informal dengan keluara pasien.

Dalam tulisan ini disebutkan juga kritikan terhadap etnografi seperti Leach yang mengkritisi definisi rumah tangga dengan mengacu pada penerapan dan kepemilikan properti rumah tangga pada masyarakat Sinhale, dan Kobben mengkritisi masalah sensus data jumlah anak di Suriname yang tidak akurat karena sampel yang diteliti ketakutan dalam memberikan jawaban.

Menurut Michael H. Agar dalam penelian etnografi menggunakan wawancara informal dan tidak terlalu banyak menggunakan observasi atau kuesioner. Hal ini disebabkan informan tidak merasa ketakutan atau tertekan dalam memberikan jawaban. (Sri Fitri Ana, Antropologi, Universitas Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s